‘Kejarlah Daku, Kau Terungkap’ itu Hobi Nulis

SBY Harusnya Lawan Saya Pakai Tulisan bukan Somasi
December 29, 2013
Komunikasi Pemerintah, Demokrasi dan Media Sosial
April 12, 2017

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Koran Sindo)

Sindonews.com – Pengurus Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono merasa tidak memiliki kesalahan dalam menulis artikel ‘Kejarlah Daku, Kau Terungkap’ di blog Kompasiana.

Karena menurut kuasa hukum Sri Mulyono, Rio Ramabaskara, artikel ‘Kejarlah Daku, Kau Terungkap’ merupakan penyaluran hobi menulis kliennya. Sri Mulyono sering menyalurkan hobi menulisnya di mana pun, di media cetak atau sarana media lainnya.

“Artinya, tulisan beliau (Sri Mulyono) ini adalah pandangan pribadi yang batu uji keilmiahannya adalah mari sama-sama kita uji,” ujar Rio di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2014).

Sri Mulyono disomasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui kuasa hukumnya, Palmer Situmorang, atas artikel ‘Kejarlah Daku, Kau Terungkap’ yang diunggah di media sosial Kompasiana.

Artikel tersebut mengungkap, SBY dari Jeddah memerintahkan KPK supaya segera menetapkan status hukum Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka.

Menanggapi somasi tersebut, Sri Mulyono yang merupakan loyalis Anas Urbaningrum enggan melakukan somasi balik. “Kami mengatakan, somasi ini bukan sekedar teguran hukum, tapi surat cinta Presiden kepada rakyatnya, dan berarti salah kalau kita somasi balik ke presiden,” tutur Rio.

Lagipula menurut Rio, tiga surat somasi yang dilayangkan Palmer kepada kliennya, cacat secara administrasi. “Pengacaranya dalam hal ini tidak melampirkan surat kuasa,” katanya.

Source: ‘Kejarlah Daku, Kau Terungkap’ itu hobi tulis Sri Mulyono (Sindonews.com)

Komentar

Sri Mulyono
Sri Mulyono
Penulis | Blogger | Pengelola Beberapa Media Online | Twitter: @Anyarbro. Email: [email protected]